Lompat ke konten

Tanya data

Pertanyaan yang Bisa Dijawab Data

Cara mengubah pertanyaan bisnis menjadi pertanyaan yang punya jawaban, dan cara memeriksa jawaban yang dihasilkan alat berbasis AI sebelum dipakai.

Ditulis oleh Nama Penulis Utama Terbit 3 menit baca

Alat yang menerjemahkan pertanyaan menjadi SQL sekarang mudah didapat. Yang tidak ikut mudah adalah bagian yang selalu jadi penentu: merumuskan pertanyaan sehingga ia punya jawaban.

“Kenapa penjualan turun?” terdengar seperti pertanyaan. Sebenarnya ia adalah kesimpulan yang menunggu penjelasan — dan tidak ada satu kueri pun yang bisa menghasilkannya.

Tiga jenis pertanyaan, hanya satu yang bisa dijawab kueri

Pertanyaan deskriptif — apa yang terjadi. “Omzet cabang Tembalang minggu ini berapa?” Ini yang bisa dijawab langsung dari tabel.

Pertanyaan komparatif — apa yang berubah. “Cabang mana yang turun lebih dari lima persen dibanding minggu lalu?” Ini juga bisa dijawab, dan hampir selalu lebih berguna daripada yang pertama, karena angka tanpa pembanding tidak memberi tahu apa pun.

Pertanyaan kausal — kenapa berubah. “Kenapa Gunungpati turun?” Ini tidak bisa dijawab data saja. Data bisa mempersempit kemungkinannya; menyimpulkan sebabnya tetap pekerjaan manusia yang tahu bahwa jalan di depan cabang itu sedang diperbaiki.

Menyadari perbedaan ini menghemat banyak waktu. Alat yang menjawab pertanyaan kausal dengan percaya diri sedang mengarang, dan karangan yang terdengar meyakinkan lebih berbahaya daripada jawaban “saya tidak tahu”.

Mengubah pertanyaan kabur jadi pertanyaan yang bisa dijawab

Polanya selalu sama: tentukan ukuran, subjek, periode, dan pembanding.

Pertanyaan kaburVersi yang bisa dijawab
Penjualan lagi bagus nggak?Omzet bersih 7 hari terakhir dibanding 7 hari sebelumnya, per cabang
Menu ini laku nggak?Porsi terjual ayam geprek bulan ini dibanding bulan lalu
Cabang mana yang paling sehat?Omzet per jam buka dan rata-rata per transaksi, per cabang, 30 hari terakhir
Stok kita aman?Bahan dengan sisa di bawah pemakaian rata-rata 7 hari

Perhatikan baris ketiga. “Sehat” tidak punya arti bawaan; ia harus diterjemahkan menjadi ukuran yang disepakati. Bila Anda memakai alat berbasis kamus data, di sanalah definisi itu sebaiknya disimpan — supaya “sehat” berarti hal yang sama di setiap pertanyaan berikutnya.

Memeriksa jawaban yang dihasilkan AI

Alat yang menerjemahkan pertanyaan menjadi SQL akan salah sesekali. Yang membedakan alat yang bisa dipakai adalah apakah kesalahannya bisa terlihat.

Bila kueri yang dijalankan ditampilkan, empat pemeriksaan berikut menangkap sebagian besar masalah — dan semuanya bisa dilakukan tanpa bisa menulis SQL:

1. Periksa rentang tanggalnya. Cari bagian WHERE ... BETWEEN atau >=. Apakah tanggalnya memang periode yang Anda maksud? Kesalahan paling umum adalah “bulan ini” yang diterjemahkan sebagai 30 hari terakhir, atau sebaliknya.

2. Periksa filter status. Apakah transaksi batal, retur, dan tes ikut terhitung? Cari status, void, is_deleted. Bila tidak ada satu pun filter seperti itu, kemungkinan besar semua baris ikut — termasuk yang seharusnya tidak.

3. Periksa penggabungan tabel. Setiap JOIN berpotensi menggandakan baris. Bila hasilnya terasa terlalu besar — misalnya jumlah transaksi lebih banyak daripada yang mungkin — biasanya penyebabnya di sini.

4. Periksa satuannya. Apakah angkanya rupiah atau ribuan rupiah? Apakah SUM dilakukan pada kolom harga satuan alih-alih total? Angka yang terlalu bulat atau terlalu ganjil pantas dicurigai.

Uji kewajaran yang lebih cepat daripada membaca SQL

Bila tidak ada waktu memeriksa kueri, tiga uji kasar ini menangkap kesalahan besar dalam hitungan detik:

  • Apakah urutannya masuk akal? Cabang terbesar Anda biasanya tetap yang terbesar. Bila tiba-tiba cabang terkecil berada di puncak, ada yang salah — entah di data, entah di kueri.
  • Apakah totalnya sebanding dengan yang Anda ingat? Anda tidak perlu tahu angka pastinya; Anda tahu kira-kira ordenya.
  • Apakah jumlah bagiannya sama dengan totalnya? Jumlahkan angka per cabang, bandingkan dengan angka total yang pernah Anda lihat.

Kebiasaan yang membuat perbedaan besar

Simpan pertanyaan yang sering diajukan. Pertanyaan yang berulang sebaiknya berhenti diterjemahkan ulang setiap kali. Definisi tetap berarti hasil yang bisa dibandingkan antar minggu — dan perbandingan antar minggu adalah alasan Anda bertanya sejak awal.

Tanyakan satu hal per pertanyaan. “Omzet dan stok dan pelanggan baru minggu ini” akan menghasilkan jawaban yang setengah benar untuk ketiganya.

Simpan pertanyaan, bukan jawabannya. Jawaban kedaluwarsa dalam sehari. Pertanyaan yang dirumuskan dengan baik berlaku bertahun-tahun, dan itu aset yang jauh lebih berharga daripada tangkapan layar angka minggu lalu.

Artikel terkait