Untuk Bengkel
Servis, sparepart, dan mekanik yang paling produktif
Bengkel punya dua sumber pendapatan yang berperilaku sangat berbeda: jasa servis dan penjualan sparepart. Menggabungkan keduanya dalam satu angka omzet menyembunyikan hampir semua informasi yang berguna.
Yang berguna adalah memisahkannya, lalu membandingkannya dari waktu ke waktu — dan itu pertanyaan yang bisa dijawab data yang sudah dicatat setiap kali kendaraan masuk.
Yang biasa ditanyakan di bengkel
- servis apa yang paling sering bulan ini?
- sparepart apa yang stoknya mau habis?
- pendapatan jasa dibanding penjualan sparepart berapa?
- mekanik mana yang menyelesaikan paling banyak pekerjaan?
- berapa kendaraan yang balik lagi dalam 30 hari?
Diketik apa adanya di WhatsApp — tanpa tanda baca, dengan singkatan, seperti pesan biasa.
Yang biasanya jadi ganjalan
- Sparepart yang sering dipakai justru sering kosong karena pembelian dibuat dari perkiraan kasar.
- Produktivitas mekanik hanya diketahui dari kesan, bukan dari jumlah dan jenis pekerjaan.
- Pendapatan jasa dan pendapatan barang tercampur, sehingga margin sebenarnya tidak pernah terlihat.
Yang berubah setelahnya
Jasa dan barang dipisah
Dua angka dengan margin yang berbeda, dilaporkan terpisah sejak awal.
Sparepart yang bergerak cepat
Daftar yang diurutkan dari kecepatan pemakaian nyata, bukan dari nilai stok.
Kendaraan yang kembali
Kendaraan yang masuk lagi dalam waktu dekat untuk keluhan yang sama adalah sinyal kualitas, bukan sinyal pendapatan.
Bagian produk yang paling dipakai di sini
Laporan pagi masuk ke chat, dan pertanyaan susulan dijawab di tempat yang sama.
Pertanyaan khusus bengkel
Datanya masih di buku dan spreadsheet, bisa dipakai?
Bisa dipakai untuk beberapa cabang bengkel?
Jenis usaha lain
Tanya pakai contoh usaha Anda sendiri
Kirim satu pertanyaan yang biasanya Anda tanyakan ke staf. Kami balas dengan gambaran cara menjawabnya dari data Anda.